navigasi

Senin, 06 April 2015

Sumber Daya Air




"dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat" (QS An-Naba’: 14-16)

Air adalah nikmat dan karunia Allah yang luar biasa bagi umat manusia. Keberadaan air sangat berpengaruh bagi kelangsungan makhluk hidup, baik itu tumbuhan, hewan hingga manusia. Air adalah sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup. Maka betapa pentingnya peran air bagi kelangsungan makhluk hidup. Air adalah nikmat yang harus di jaga, agar keberadaanya tidak kurang dan tidak berlebih. Air yang berlebih dan kurang akan menjadikan bencana. Oleh karena itu kita sebagai hamba Allah haruslah menjaga nikmat Allah yang telah di berikan sesuai takaranya.

Air adalah nikmat dan karunia Allah yang luar biasa bagi makhluk hidup, seperti firman Allah dalam "Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup....". (QS Al Anbiya : 30 ). 
Ayat di atas  menjelaskan kepada kita bahwa segala sesuatu yang hidup di dunia ini bahan baku penciptaannya berasal dari air.

“Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan yang menghidupkannya, pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushilat : 39) 

"Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturNya menjadi sumber-sumber di bumi kemudian ditumbuhkannya-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu Kami melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikanNya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal" (QS.Az-Zumar:21)

Dari dua ayat di atas QS Fushilat:39 dan QS Az Zumar:21 kita dapat pelajari bahwa Hujan merupakan anugerah yang diberikan Allah SWT bagi semua makhluk. Tetesan air yang turun dari langit ini menjadi sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Berkat kekuasaan Allah, setiap saat miliaran liter air berpindah dari laut menuju atmosfer lalu kembali lagi menuju daratan. Kehidupan pun bergantung pada daur ini.  

"Tidaklah kamu melihat Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikanya bertindih-tindih. Maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya..." (QS An Nur : 43)

Dengan sebegitu detailnya Allah menggerakan air, dari air laut yang menguap lalu menjadi awan. Awan-awan yang berisi titik-titik air bergerak dan berkumpul lalu Allah turunkan hujan dari celah-celahnya. Siklus air hujan yang terdapat di Al Quran menjadikan sumber dari siklus hidrologi yang sering kita pelajari pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Di bawah ini adalah skema siklus hidrologi yang juga diterangkan sangat jelas dalam QS An Nur ayat 43.



Air adalah nikmat, namun air juga dapat menjadi bencana ketika jumlah air menjadi berlebih dan berkurang. Tergantung bagaimana kita menjaganya, karena Allah telah memberikan nikmat kepada kita sesuai dengan takarannya. Oleh karena itu, kita sebagai makhluk yang sangat membutuhkan air haruslah menggunakan dan menjaganya sebaik mungkin. Menjaganya dengan menggunakan seoptimal mungkin, melestarikan sumber-sumber air dan masih banyak lagi.



"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo'alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik" (QS Al-A'raf Ayat : 56)

Jagalah segala nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita, terutama air. Air yang berlebih dapat menyebabkan banjir, dan air yang digunakan secara berlebihan dapat menyebabkan kekeringan di musim kemarau. Banjir dan kekeringan dapat di atasi jika kita sama-sama menjaga alam ini dan tidak membuat kerusakan di muka bumi ini. 

Air.... adalah inspirasi saya untuk terus mempelajari tentang  pengelolaan sumber daya air yang baik dan benar. Agar air dapat selalu bermanfaat dan tidak menjadi suatu bencana. Semoga Allah Ridhoi

#Save Water

Bukit Sikunir


"Golden Sunrise"  yang berselimut awan mendung

 Nampak terlihat Agung Ciptaan Nya, 
Gunung Ungaran, Lawu, Merbabu, Merapi, Sindoro dan Sumbing.



Masya Allah, Maha Besar Allah atas Segala Ciptaan Nya

Segala Ciptaan Nya, tak lain pasti memiliki manfaat, seperti firman Allah :

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka ….”( QS Al-Anbiya : 31)

“Dan Allah menciptakan gunung-gunung di bumi supaya bumi ini tidak berguncang bersama kamu…..” (QS An-Nahl :15)

Dan terdapat juga di beberapa ayat lain, ayat yang menggambarkan manfaat dari gunung-gunung yang berdiri megah, seperti pada QS. Luqman Ayat 10 yang sebelumnya telah saya post dengan judul “Di atas awan”. .


Sejauh-jauh mata memandang
Sedalam-dalam hati merasakan
Hanya setitik debu yang tertuang
Dalam syair pujian
Lepas hati memandang Laut-Mu
Terheran diri pada Langit-Mu
Berjuta kata tak cukup untuk melukis Indah-Mu

Melihat bintang alangkah jauhnya
Melihat biru alangkah dekat Mu
Melihat hutan , melihat gunung Siapa menjagamu ?
…..Allah, Allah, Allah….

(Lyric lagu Tafakur – Opick)


Seperti yang sering kita dengar pada QS Ar-Rad Ayat 28 “Ketahuillah, hanya dengan mengingat Allah (zikrullah) hati menjadi tenang”. Betapa beryukurnya kita masi diberi kesempatan untuk melihat tanda-tanda kebesaran Nya dan melihat tanda-tanda keindahan Nya. Melihat gunung, langit, awan, matahari, hutan, danau dan masih banyak lagi tanda-tanda kekuasaan Nya. Allah menciptakan segala alam semesta ini tak lain adalah sebagai ujian untuk hamba Nya, agar kita selalu mengingat Allah, memikirkan tentang segala penciptaan Nya dan untuk menguatkan iman islam kita :) . Semoga kita termasuk hamba-hamba Nya yang selalu mengingat Allah, seperti pada firman Allah berikut :

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” ( QS Ali Imran : 191 )
 
Alhamdulillaah, di awal bulan april tahun 2015 ini kami diberi kesempatan dan waktu untuk sejenak meninggalkan segala kesibukan kami di kota. Rencana yang sudah terencanakan jauh-jauh hari ini, atas izin Allah dapat terwujud. Alhamdulillaah, terima kasih Ya Allah telah mengizinkan kami melepas “Rindu” untuk bertafakur alam bersama. Melepas “Rindu” bersama teman seperjuangan ketika menimba ilmu di tingkat sarjana.


Kosan Depan Maskam(Masjid Kampus), adalah tempat berkumpul kami sebelum berangkat ke Bukit Sikunir. Sepanjang perjalanan, kami ditemani dengan gerimis yang menyejukan hati. Hingga tiba di Desa Sembungan (Desa tertinggi di Pulau Jawa) sekitar pukul 21.00 WIB. Gerimis yang semakin deras mengugurkan niatan kami untuk mendirikan tenda, dan kami pun lekas mencari homestay yang letaknya tak jauh dari bukit sikunir. Alhamdulillaah di libur panjang ini kami masi beruntung mendapatkan homestay dengan tempat yang nyaman dan pemiliknya yang ramah.
Sekitar pukul 03.30 pagi, kami mulai melangkahkan kaki menuju Puncak Bukit Sikunir. Libur panjang akhir pekan kali ini, menjadikan bukit sikunir ramai dan padat oleh wisatawan. Bahkan untuk menuju puncaknya, kita seperti sedang mengatri tiket di bioskop. Namun seberapa panjang antrianya tak menyurutkan kita untuk dapat melihat Golden Sunrise dari puncak Bukit Sikunir. Dari puncak bukit sikunir kita bisa melihat beberapa gunung yang berdiri dengan megahnya.


Tak kalah indah dengan Golden Sunrise nya,  kita bisa melihat Telaga Cebong dari puncak bukit ini.


Rasanya belum ke Telaga Cebong jika belu menaiki perahu yang satu ini, menaiki perahu di kelilingi dengan bukit yang hijau. Masya Allah Indahnya :). .


Demikian kisah tafakur alam kami, cukup sederhana namun dapat banyak makna. Makna akan persahabatan dan cinta kepada Sang Pencipta.


Akan selalu di “Rindu” ber Tafakur Alam

Selasa, 24 Maret 2015

Putih Abu-Abu



Sekutip tulisan untuk sahabat kecilku di masa putih abu-abu
di tulis di penghujung tahun, 13 Desember 2014

Assalamualaikum wr wb . .

 
( Foto saat buka bersama, RamadanTahun 2011 )


 ( Ngabuburit di Jalan Pemuda, Ramadan Tahun 2012 )



Apa kabar teman-teman Electro  (Eleven Science Ten Rebeletion )
Pagi ini mendung sekali, di  penghujung tahun 2014 ini.
Teringat, hampir  5 tahun yang lalu kita bermain-main.
5 tahun yang lalu kita berlari-lari bersama mengejar mimpi.
Dan sampai saat ini belum ku temui sahabat seperti kalian.
Tidak ada rekayasa dalam persahabatan.
Selalu ada suka dan duka kita lewati bersama.
Canda dan tawa yang mengeratkan persahabatan kita.
Dari Gedung 9, Nglimut, Sekatul, Bali, Umbul  Sidomukti  hingga ruang kelas.
Menjadi  perjalanan kebersamaan kita.
Kebersamaan yang tidak mudah didapat dan tidak mudah untuk dilepas.
Masa-masa putih abu-abu jadi lebih berwarna karena kita di persatukan di XI IA 10.
Di Jantung Kota Semarang  tepatnya di SMA NEGERI 3 SEMARANG.

Bersamamu ku habiskan waktu senang bisa mengenal  dirimu , rasanya semua begitu sempurna sayang untuk mengakhirinnya…. (kata ipang –sahabat kecil-)

Semoga saat ini , kita telah meraih cita-cita kita dimasa lalu.
Semoga saat ini, kita selalu diberi kelancaran untuk menggapai cita-cita kita selanjutnya.
Semoga saat ini, kita semakin dekat dengan Nya dan dalam perlindungan Nya.
Semoga saat ini, kebersamaan kita masi terjaga.
Dan masi banyak harapan yang lain, tentunya harapan terbaik untuk kita.

Salam kangen dari Semarang teman-teman putih abu-abu ku. .
Kita telah berjalan masing-masing, tetapi kita tetap satu, Seperti pelangi yang memliki beragam warna tetapi tetap menyatu  :)
Sampai ketemu lagi E! Fam . .


( Logo Kelas Kami )

( Album kecil kebersamaan kami )


Wassalammualaikum wr wb. .

Keputusan



Mengambil keputusan itu tidak selalu menunggu sebuah kesiapan, tetapi keberanian untuk terus mempersiapkan. Karena persiapan itu proses memperbaiki yang tak pernah henti. Dan keputusan itu suatu yang dinanti. Berani menerima atau mengikhlaskan, yang jelas jangan sampai menggantungkan.


Pilihlah keputusan yang mendekatkan kita pada Nya. Mohonloh petunjuk pada Sang Maha Pemberi Petunjuk, berbincanglah mesra dengan Nya di sepertiga malam. Seperti kita ingat kawan di Quran Surat Al Fatihah Ayat 6-7 :

“Tunjukillah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”

Yakinlah akan keputusan yang kita pilih, keputusan berdasarkan petunjuk Nya. .

Lillah.. Billah.. Fillah..
(Karena Allah, dengan Pertolongan Allah dan di atas Syariat Allah)

Rezeki, jodoh dan kematian adalah sesuatu yang pasti, Jangan ragukan yang sudah pasti, seperti firmal Allah :

“Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan menunjukan kepadanya jalan keluar dari kesusahan. Dan diberikan Nya rezeki dari jalan yang tidak di sangka-sangka, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukpkan keperluanya.”(QS At Talaq;2-3)

Keputusan yang kita ambil berdasarkan Petunjuk Nya adalah keputusan yang terbaik untuk kita, namun sering dijumpai keputusan yang kita ambil dipandang tidak baik untuk orang lain, bagaimana menyikapinya kawan ? yuuk kita tengok kisah nasihat Luqman Al-Hakim kepada anaknya . .

Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa pada suatu hari Luqman al-Hakim bersama anaknya pergi ke pasar dengan menaiki seekor himar (keledai). Ketika itu Luqman naik di punggung himar sementara anaknya megikuti di belakangnya dengan berjalan kaki. Melihat tingkah laku Luqman itu, ada orang yang berkata, “Lihat itu orang tua yang tidak merasa kasihan kepada anaknya, dia enak-enak naik himar sementara anaknya disuruh berjalan kaki.” Setelah mendengarkan gunjingan orang-orang, maka Luqman pun turun dari himarnya itu lalu anaknya diletakkan di atas himar tersebut. Melihat yang demikian, maka orang di pasar itu berkata pula, “Hai, kalian lihat itu ada anak yang kurang ajar. Orang tuanya disuruh berjalan kaki, sedangkan dia enak-enaknya menaiki himar.”

Setelah mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas punggung himar itu bersamasama dengan anaknya. Kemudian orang-orang juga ribut menggunjing, “Hai teman-teman, lihat itu ada dua orang menaiki seekor himar. Kelihatannya himar itu sangat tersiksa, kasihan ya.”Oleh karena tidak suka mendengar gunjingan orang-orang, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu, kemudian terdengar lagi suara orang berkata, “Hai, lihat itu. Ada dua orang berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak dikenderai. Untuk apa mereka bawa himar kalau akhirnya tidak dinaiki juga.”

Ketika Luqman dan anaknya dalam perjalanan pulang ke rumah, Luqman al-Hakim menasihati anaknya tentang sikap orang-orang dan keusilan mereka tadi. Luqman berkata, “Sesungguhnya kita tidak bisa terlepas dari gunjingan orang lain.” Anaknya bertanya, “Bagaimana cara kita menanggapinya, Ayah?” Luqman meneruskan nasihatnya, “Orang yang berakal tidak akan mengambil pertimbangan melainkan hanya kepada Allah Swt. Barang siapa mendapat petunjuk kebenaran dari Allah, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam mengambil keputusan.”

Semoga kisah di atas dapat menjadikan pelajaran untuk kita, agar selalu meminta petunjuk Nya dalam setiap mengambil keputusan, dan keputusan yang telah kita ambil berdasarkan petunjuk Nya adalah yang terbaik menurut Nya untuk kita.

Selamat ber-istikharah kawan, dalam segala pertimbangan dan keputusan yang akan kita ambil ^^